Lebah Indah Collection

Lebah Indah Collection Hp/Whatsapp. 085225 047315 Pin Bb. 79f34c6b Kebahagiaan Anda adalah tujuan kami

Monday, September 22, 2025

Berpikir

 

Berpikir

dari Saluran Filusofi

di share Tain



Pikiran tumpul bukan bawaan lahir, melainkan akibat gaya hidup yang membiarkan otak pasif terlalu lama. Penelitian dari University of Edinburgh menunjukkan bahwa aktivitas mental yang menantang dapat memperlambat penurunan kognitif hingga 30 persen seiring bertambahnya usia. Artinya, otak bisa tetap tajam bahkan saat tubuh mulai menua jika dilatih dengan benar.

Kita sering menemui orang yang terlihat awet muda secara mental, cepat menangkap pembicaraan, dan punya pandangan hidup segar, meski usianya sudah jauh di atas kita. Sebaliknya, ada pula yang di usia muda sudah lelah berpikir, malas belajar, dan hanya mengulang rutinitas tanpa daya kritis. Inilah alasan mengapa mengasah otak penting, bukan hanya agar terlihat pintar, tetapi supaya hidup terasa penuh makna dan tidak cepat habis oleh kebosanan.

1. Rutin Menghadapi Masalah yang Memicu Otak Berpikir

Otak adalah organ adaptif. Semakin sering digunakan untuk menyelesaikan masalah, semakin kuat koneksi saraf yang terbentuk. Sebaliknya, jika dibiarkan menganggur, otak menjadi malas.

Contohnya, seseorang yang terbiasa menganalisis masalah di tempat kerja biasanya lebih tenang saat menghadapi krisis di rumah. Mereka terlatih mencari solusi, bukan panik.

Mulailah dengan tantangan kecil, seperti memecahkan teka-teki logika atau mengajukan pertanyaan kritis pada setiap berita yang kamu baca. Konten di logikafilsuf sering mengulas teknik berpikir kritis yang membantu mengasah otak tanpa terasa berat, ini bisa jadi kebiasaan baru yang menyenangkan.

2. Biasakan Membaca Buku yang Menantang Pikiran

Buku yang mudah hanya memberi kenyamanan, sementara buku yang menantang memaksa otak bekerja keras. Saat kita berusaha memahami ide-ide yang kompleks, otak menciptakan jalur baru untuk menyerap informasi.

Ambil contoh buku filsafat atau sejarah yang memerlukan interpretasi mendalam. Membacanya mungkin membuatmu frustrasi di awal, tetapi justru itu latihan mental yang menjaga otak tetap gesit.

Jangan terpaku hanya pada genre favorit. Membaca di luar zona nyaman membuat kita melihat dunia dari sudut pandang baru, melatih otak untuk fleksibel dan lebih kreatif.

3. Pelihara Kebiasaan Menulis untuk Merapikan Pikiran

Menulis bukan sekadar menuangkan kata-kata, tetapi proses menyusun logika. Saat kita menulis, otak dipaksa memilah mana yang penting dan mana yang tidak.

Misalnya, setelah membaca buku, tuliskan ringkasan dengan bahasamu sendiri. Kebiasaan ini melatih daya ingat sekaligus keterampilan berpikir jernih.

Menulis secara rutin juga membantu meredakan stres. Pikiran yang teratur cenderung lebih tajam karena tidak dibebani kekacauan emosi.

4. Jaga Pola Tidur yang Konsisten

Tidur bukan kemewahan, melainkan kebutuhan biologis untuk memproses ingatan dan membersihkan racun di otak. Kurang tidur membuat fungsi kognitif menurun drastis.

Lihat saja bagaimana seseorang yang kurang tidur sulit fokus dan mudah lupa. Kondisi ini jika dibiarkan berulang bisa mempercepat penuaan otak.

Tidur berkualitas dengan durasi cukup akan membuat otak segar, siap menerima informasi baru, dan memprosesnya lebih efisien.

5. Latih Diri Mengatur Emosi dengan Sehat

Emosi negatif yang berlarut-larut dapat mengganggu kerja otak, terutama di bagian prefrontal cortex yang bertanggung jawab atas pengambilan keputusan.

Sebagai contoh, saat kita marah, sulit sekali berpikir rasional. Tetapi dengan latihan pernapasan atau meditasi singkat, amarah bisa diredam sehingga otak kembali jernih.

Kecerdasan emosional yang terjaga akan membuat otak tidak mudah lelah oleh stres, sehingga lebih fokus pada hal-hal produktif.

6. Perbanyak Diskusi dengan Orang yang Berbeda Pandangan

Bergaul hanya dengan orang yang sependapat membuat otak nyaman, tetapi tidak berkembang. Diskusi dengan sudut pandang berbeda memaksa kita menguji argumen sendiri.

Misalnya, berbicara dengan teman yang memiliki pandangan politik berbeda. Alih-alih berdebat untuk menang, coba dengarkan alasan mereka. Ini melatih empati sekaligus memperluas cara kita memandang masalah.

Diskusi semacam ini sering memicu ide-ide baru yang sebelumnya tidak terpikirkan. Otak pun jadi lebih fleksibel dalam menghadapi kompleksitas dunia nyata.



7. Rutin Melatih Tubuh untuk Menjaga Aliran Darah ke Otak

Otak yang sehat membutuhkan pasokan darah yang lancar. Olahraga teratur terbukti meningkatkan neuroplastisitas, yaitu kemampuan otak membentuk koneksi baru.

Latihan sederhana seperti jalan cepat atau yoga sudah cukup membantu menjaga kejernihan pikiran. Bahkan 20 menit aktivitas fisik bisa meningkatkan fokus selama beberapa jam setelahnya.

Dengan tubuh yang bugar, otak juga bekerja lebih optimal. Kita lebih mudah konsentrasi, mengingat, dan berpikir kreatif.

Mengasah otak bukan pekerjaan sekali jadi, melainkan kebiasaan seumur hidup. Semakin sering dilatih, semakin tajam ia bekerja, bahkan di usia senja. Menurutmu, kebiasaan mana yang paling efektif menjaga otak tetap aktif? Tulis di komentar dan bagikan tulisan ini agar lebih banyak orang terinspirasi menjaga kejernihan pikirannya.

Tuesday, September 16, 2025

Sejarah Berdirinya MTs NU Hasyim Asy'ari 01 Kudus

Sejarah Berdirinya MTs NU Hasyim Asy'ari 01 Kudus

oleh Tain Abu Nayya

dari buku Hari Lahir ke 34 Hasyim Asy'ari 01





SEJARAH BERDIRINYA MTs NU HASYIM ASY’ARI 01 KUDUS

        I.            PENDAHULUAN

Puji Syukur kita sanjungkan kehadirat Allah Swt, teriring sholawat dan salam semoga terlimpah kepada junjungan kita Nabi Muhammad Saw, segenap keluarga, sohabat-sohabatnya dan segenap umatnya yang setia dan taat sepanjang masa. Aamiin.

Pada tanggal 10 Mei 1974 Lembaga Pendidikan Hasyim Asy’ari Kudus didirikan. Kita merasa sangat bersyukur kepada Allah Swt, karena apa yang menjadi gagasan pada saat itu dapat dilaksanakan dan akhirnya berkembang dengan pesat sejalan dengan dinamika dan tuntutan zaman, memenuhi kebutuhan Masyarakat utamanya di bidang Pendidikan. Memang dapat dikatakn bahwa pada saat itu jumlah sekolah/ madrasah belum begitu banyak, apalagi dikalangan Nahdliyin. Maka kelahiran dan kehadiran sekolah/ Madrasah Hasyim Asy’ari sangat di tunggu oleh Masyarakat.

Menyadari bahwa kewajiban untuk mencerdaskan kehidupan bangsa Adalah tanggungjawab Bersama antara Pemerintah, Orang tua, dan Masyarakat, maka Pengurus Cabang NU Bersama LP Ma’arif dan para tokoh Pendidikan Islam dikalangan NU merasa sangat perlu untuk mendidirikan Lembaga Pendidikan yang kemudian Bernama Hasyim Asy’ari. Kami menggunkan istilah Lembaga Pendidikan dengan maksud untuk memudahkan pemahaman, karena didalamnya nanti ada Pendidikan Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas. Ternyata Pendidikan Guru Agama mendapat prioritas untuk didirikan yang pertama, mengingat kehadirannya sangat di tunggu-tunggu oleh Masyarakat terutama warga Nahdliyin.

 

      II.            PROSES BERDIRINYA

1.      Terbentuknya Panitia Pendiri

Pada tanggal 10 Mei 1974, di rumah Bapak Sonhadji, BA diadakan acara ritual ala Nahdliyin yang di ikuti oleh 9 (Sembilan) orang, yaitu :


1)         Bapak H.A Saleh Sakur

2)         Bapak H. Moehdi

3)         Bapak Sayuti Nafi’, BA

4)         Bapak Djalal Syuyuti

5)         Bapak Malichan

6)         Bapak Munawar Cholil, BA

7)         Bapak Sonhadji, BA

8)         Bapak Daenuti, BA

9)         Bapak MusliChan

Kesembilan orang tersebut kemudian dinyatakan sebagai paniti Pendiri, dan tanggal 10 Mei 1974 ditetapkan sebagai hari lahirnya Lembaga Pendidikan Hasyim Asy’ari Kudus.

Panitia pendiri tersebut dengan struktur sebagai berikut :

Pelindung                                    : Bp. HA. Saleh Syakur (Ketua PCNU Kudus)

Penasehat                                    : Bp. H. Moehdi (Wakil Ketua PCNU Kudus)

Ketua                                             : Bp. Sayuthi Nafi’, BA

Wakil Ketua                                 : Bp. Djalal Suyuthi

Sekretaris                                    : Malichan, BA (Tokoh NU Cabang Kudus)

Wakil Sekretaris                         : Bp. Munawar Cholil, BA

Bendahara                                   : Bp. Sonhadji, BA (Ketua LP Ma’arif cab.Kudus)

Pembantu Umum                      : Bp. Daenuri, BA (Tokoh Masyarakat)

                                                        : Bp. Muslichan Hamid  Noor (Tokoh Masyarakat)

 


2.      Tentang Nama Sekolah

Panitia Pendiri dalam rapatnya pada tanggal 17 Juni 1974 di rumahnya Bp. Moehdi, memutuskan bahwa sekolah yang didirikan Adalah Pandidikan Guru Agama (PGA). Sedangkan nama PGA tersebut perlu dikonsultasikan dan mohon petunjuk kepada KH. Muhammad Arwani. Maka atas petunjuk beliau, PGA ini diberi nama Hasyim Asy’ari, karena Hadirotus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari Adalah ulama besar pendiri Nahdlatul Ulama dan salah seorang Pahlawan Nasional.

Pada rapat tersebut di atas juga di putuskan, kepala sekolah Adalah Bp. Malichan, BA sedangkan Wakil Kepala sekolah Adalah Bp. Sayuti Nafi’, BA.

Kehadiran PGA Hasyim Asy’ari di Kudus ternyata mendapat respon yang positif dari Masyarakat terbukti pada tahun ajaran pertama (1975) mendapat murid 131 orang, dan pada tahun berikutnya (1976) jumlah murid menjadi 265 orang, tidak dari Kabupaten Kudus saja tapia da yang berasal dari Jepara, Pati, dan Demak. Jumlah siswa selalu bertambah sejalan dengan kemajuan yang dicapainya.

 

3.      Kepengurusan

Meski keberadaan PGA 6 tahun Hasyim Asy’ari tampak sudah meyakinkan, terbukti animo Masyarakat makin kuat untuk menyekolahkan putra-putrinya di PGA 6 tahun Hasyim Asy’ari. Dan dalam rapat pengurus yang diselenggarakan di rumah Bp. Malichan, BA pada tanggal 5 Januari 1976, pengurus tersebut ditetapkan sebagai Pengurus Yayasan Hasyim Asy’ari, yang susunannya Adalah sebagai berikut :

Pelindung         : KH. Mohammad Arwani

Penasehat         : Bp. H. Zaenuri Noor

Ketua I               : Bp. Sayuthi Nafi’, BA

Ketua II              : Bp. Drs. Djalal Suyuthi

Sekretaris I       : Bp. Malichan, BA

Sekretaris II      : Bp. Drs. Munawar Cholil

Bendahara        : Bp. Drs. M. Sonhadji

Pembantu         : 1. Bp. Drs. Chadziq ZU

                                2. Bp. Drs. Islahuddin

                                           3. Bp. Daenuri, BA

                                           4. Bp. Chambali Ahmad, BA

Pengurus Yayasan Hasyim Asy’ari Kudus secara resmi tercatat di Notaris Kudus RM Porbo Koesoemo pada tanggal 19 Maret 1976 dengan akte No. 17.


 

    III.            MASA PERKEMBANGAN

Lembaga Pendidikan Hasyim Asy’ari di Kudus yang pertama kali didirikan Adalah Pendidikan Guru Agama (PGA) Hasyim Asy’ari yang berlokasi di SD Tanwirul Qulub di Desa Dema’an Kecamatan Kota Kudus.

Adanya peraturan pemerintah bahwa PGA diseluruh Indonesia harus alih fungsi menjadi Madrasah Tsanawiyah dan Madrsah Aliyah maka PGA Hasyim Asy’ari  harus mengikuti peraturan tersebut. Sehingga PGA Hasyim Asy’ari berubah menjadi Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah Hasyim Asy’ari.

 

 Catatan : semoga bermanfaat, mohon koreksi jika ada pelaku sejarah yang membaca tulisan ini. untuk perbaikan literasi kedepan.